Senin, 03 April 2017

Artikel Adiwiyata

Nama: Sri Wahyuningsih
Kelas: IX-A
No Abs: 32




Artikel Adiwiyata

Pengertian dan Tujuan
Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009
 1.     Pengertian Adiwiyata
      Tempat yang baik dan ideal di mana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan
 2.     Tujuan Adiwiyata
 Tujuan Umum
 Membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang


Tujuan Khusus

 Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
 3.     Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata
 1.     Partisipatif
Komunitas sekolah terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan  proses  perencanaan,  pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.
 2.     Berkelanjutan
Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara  komprehensif.
 4.     Komponen Adiwiyata
Untuk mencapai tujuan Adiwiyata ada empat komponen program yang  merupakan satu kesatuan yang utuh.
  1. Kebijakan Berwawasan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
 5.     Keuntungan Program Adiwiyata
  1. Mendukung  pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah
  2. Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif
  4. Menjadikan tempat pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolah
Konsep 5 R dalam Lingkungan
 Cara Menerapkan
 Konsep  5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali).
 Berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R:
 1.     Recycle
 Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
 2.     Reuse
 Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang.
 3.     Reduce
 Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.
 4.     Replace
 Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.
 5.      Replant
 Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global.
 Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.

Teknik Pembuatan Kompos
       Berikut ini cara pembuatan pupuk  yang ramah lingkungan yaitu pupuk kompos yang berasal dari sampah tanam-tanaman.dan sampah rumah tangga  Karena sampah tanam-tanaman dan sampah rumah tangga kalau di biarkan akan menimbulkan penyakit, maka sampah tersebut akan di jadikan Pupuk Kompos yang tadinya sampah sekarangf jadi pupuk.
 Caranya  :
 1.     Kumpulkan sampah  500 kg  yang organik dan nonorganik sampah
 2.      Sampah sampah ini di potong kecil-kecil baik secara manual maupun memakai  mesin pemcacah sampah , 
 3.     Sampah yang terpotong kecil dicampur dedak 1 kg hingga rata ,
 4.     Setelah itu masukkan   20 mm EM 4 yang merupakan bakteri Fermentasi dan di campur dengan 20 mm Molase dan air tanah, air tanah mutlak diperlukan karena mempertahan kan mikroba yang diperlukan untuk kesuburan tanaman, campuran bahan kimia tersebut dipercikkan kedalam sampah yang bercampur dedak, kelembaban sampah harus dijaga hingga mencapai 40 % kandungan air.
 5.     Setelah selesai sampah di masukkan kedalam tong/karung selama 5 hari dengan kondisi suhu sampah 500° C setelah dua hari kemudian sudah terjadi Fermentasi dan pupuk kompos telah siap di gunakan . Sampah harus terlindung dari hujan dan sengatan matahari jika di taruh dalam ketinggian maksimal 40 cm maka sampah akan berubah jadi pupuk Kompos
 6.     Kompos siap untuk dipakai
AGambaran Umum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Indonesia.
Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1977/1978 rintisan Garis‐garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta. Pada tahun 1979 di bawah koordinasi Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg PPLH) dibentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL mulai dikembangkan). Sampai tahun 2010, jumlah PSL yang menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSL. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan. Tahun 1989/1990 hingga 2007, Ditjen Dikdasmen Depdiknas, melalui Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) melaksanakan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup; sedangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) mulai dikembangkan pada tahun 2003 di 120 sekolah. Sampai dengan berakhirnya tahun 2007, proyek PKLH telah berhasil mengembangkan SBL di 470 sekolah, 4 Lembaga Penjamin Mutu (LPMP) dan 2 Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG).
Prakarsa Pengembangan Lingkungan Hidup juga dilakukan oleh LSM. Pada tahun 1996/1997 terbentuk Jaringan Pendidikan Lingkungan yang beranggotakan LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap Pendidikan Lingkungan Hidup. Hingga tahun 2010, tercatat 150 anggota Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL, perorangan dan lembaga) yang bergerak dalam pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup. Sedangkan tahun 1998 – 2000 Proyek Swiss Contact berpusat di VEDC (Vocational Education Development Center) Malang mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Sekolah Menengah Kejuruan melalui 6 PPPG lingkup Kejuruan dengan melakukan pengembangan materi ajar PLH dan berbagai pelatihan lingkungan hidup bagi guru‐guru Sekolah Menengah Kejuruan termasuk guru SD, SMP, dan SMA.
Pada tahun 1996 disepakati kerjasama pertama antara Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, yang diperbaharui pada tahun 2005 dan tahun 2010. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tahun 2005, pada tahun 2006 Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata. Program ini dilaksanakan di 10 sekolah di Pulau Jawa sebagai sekolah model dengan melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup.
Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut partisipasi dalam program Adiwiyata baru mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia, diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, Adiwiyata: 113 sekolah, calon Adiwiyata 103 sekolah, atau total yang mendapat penghargaan Adiwiyata mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia. Dari keadaan tersebut di atas, sebarannya sebagaian besar di pulau Jawa, Bali dan ibu kota propinsi lainnya, jumlah/ kuantitas masih sedikit, hal ini dikarenakan pedoman Adiwiyata yang ada saat ini masih sulit diimplementasikan.
Dilain pihak Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, belum dapat menjawab kendala yang dihadapi daerah, khususnya bagi sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata. Hal tersebut terutama kendala dalam penyiapan dokumentasi terkait kebijakan dan pengembangan kurikulum serta, sistem evaluasi dokumen dan penilaian fisik . Dari kendala tersebut diatas, maka dianggap perlu untuk dilakukan penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Adiwiyata 2012 dan sistem pemberian penghargaan yang tetap merujuk pada kebijakankebijakan yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikbud. Oleh karenanya diharapkan sekolah yang berminat mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena sudah menjadi kewajiban pihak sekolah memenuhi Standar Pendidikan Nasional sebagaimana dilengkapi dan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan.
Dengan melaksanakan program Adiwiyata akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah.
B. Pengertian dan tujuan Adiwiyata
ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
C. Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata
Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;
  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif
D. Komponen Adiwiyata :
Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;
  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
E. Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata
  1. 1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
  2. 2.meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
  3. 3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
  4. 4.Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  5. 5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.

Jumat, 31 Maret 2017

Jaringan Komputer

Nama : Sri Wahyuningsih
Kelas  : IX A
No Abs: 32


A. Jaringan Komputer
·          Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan Komputer adalah sekumpulan komputer individu (personal computer) yang dihubung – hubungkan dengan menggunakan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).

B. Jenis-Jenis Jaringan Komputer
1.      Jaringan Komputer Lokal (Local Area Network atau LAN)

         LAN merupakan jaringan milik pribadi didalam sebuah gedung atau kampus dengan jarak jangkau kurang lebih 10 km.

Keuntungan dari LAN:
·         Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (file sharing)
·         Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (printer sharing)
·         File-file data dapat disimpan pada server sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otoritas sekuritas dari semua karyawan yang dapat dibeuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga data terjamin.
·         File data yang keluar atau masuk dari dan ke server dapat di kontrol
·         Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil
·         Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan email & chat

2. Jaringan Komputer Metropolitan (Metroplotan Area Network atau MAN)




            MAN merupakan jaringan dengan area lebih luas dari LAN, dapat terdiri dari dua atau lebih LAN yang dihubungkan bersama-sama dalam jarak jangkauan maks. 80 km.
MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel & tidak mempunyai element switching yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa Output kabel.

Keuntungan MAN:
·         Dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel
·         Jangkauan lebih luas dari LAN
·         Lebih irit kabel jaringan, karena tidak membutuhkan banyak kabel jaringan


3. Jaringan Komputer Skala Luas (Wide Area Network atau WAN)



          WAN adalah jaringan yang mempunyai jangkauan area sangat luas, misalnya negara, benua, bahkan ke luar angkasa. Contoh WAN yang sangat terkenal adalah Internet. Biasanya, WAN terdiri dari banyak LAN yang diinterkoneksikan.

Keuntungan Jaringan WAN:
·         Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang
·         Komunikasi antarkantor dapat menggunakan email & chat
·         Dokumen atau filr yang biasanya dikirimkan melalui faksimile ataupun paket pos, dapat dikirim melalui email & tranfer file dengan biaya yang relatif murah & dalam jangka waktu yang sangat cepat
·         Pooling dan updating data antarkantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan


3. Interjaringan ( Interconnection Network atau Internet )



Internet merupakan sekumpulan jaringan komputer yang terhubung. Untuk membangun sebuah jaringan internet umumnya membutuhkan peralatan seperti repeater, bridge, router, & gateway.
Komputer terhubung ke Internet menggunakan modem yang terhubung ke ISP.
Jika pengguna yang ingin terkoneksi ke Internet menggunakan ISP, maka ISP harus menyediakan tempat atau terminal yang digunakan untuk mengakses jaringan yang disebut Point of Presence (POP).
Jadi, Internet merupakan jaringan yang berisi jaringan
C. Perangkat Keras Jaringan berdasarkan Jenis
     Hubungannya

Membangun sebuah jaringan memerlukan seperangkat alat yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Keduanya harus bersama-sama melengkapi komputer. Perangkat keras yang diperlukan tergantung pada jenis hubungan yang akan dibangun. Berikut ini adalah perangkat keras jaringan berdasarkan jenis hubungan atau sambungannya.
          1. Hubungan Dial Up
Hubungan yang paling sederhana sebuah komputer ke jaringan Internet adalah dengan memanfaatkan jalur telepon yang terdapat di kantor atau di rumah. Jenis hubungan ini sering disebut dial up connection.

·         Unit Komputer


Unit komputer yang dibutuhkan terdiri dari monitor, sistem unit CPU, dan perangkat tambahan, seperti keyboardweb cam, dan mouse.

·          MODEM ( Modulator Demodulator )


Modem adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mengubah data analog menjadi data digital pada saat komputer mengambil data, atau mengubah data digital menjadi data analog pada saat komputer mengirimkan data.
Terdapat dua jenis modem menurut penempatannya, yaitu modem eksternal dan model internal. Modem eksternal adalah modem yang ditempatkan di luar komputer dan dapat dipindah-pindah dari satu komputer ke komputer lain. Sedangkan, modem internal adalah modem yang sudah terpasang di dalam komputer (terpasang langsung ke motherboard komputer).
Melalui modem, sebuah komputer dapat terhubung ke Internet sehingga siap untuk mengakses dan diakses dunia Internet.





·          Jaringan Telepon

Jaringan telepon ini sering dikenal dengan nama PSTN (Public Switch Telephone Network). Selain itu, diperlukan jasa perusahaan penyedia jaringan (ISP= Internet Service Provider) karena kita tidak dapat membuat jaringan sendiri, melainkan ada perusahaan penyedianya. ISP merupakan sebuah perusahaan yang menjadi penyedia layanan akses Internet. Agar dapat terhubung ke Internet, kita harus mendaftarkan menjadi pelanggan sebuah ISP, seperti Indosatnet, Indonet, Telkomnet, dan sebagainya. Pada saat mendaftarkan ke ISP, maka ISP akan memberikan sebuah user name dan password yang akan digunakan agar dapat mengakses jaringan Internet melalui ISP.






2.     Hubungan Leased Line


Jika diartikan secara selintas, leased line adalah jalur (telepon) yang digantikan fungsinya menjadi jalur Internet. Hubungan ini menggantikan fungsi jalur telepon menjadi jalur Internet sehingga kita dapat mengakses Internet selama 24 jam sehari secara permanen tanpa harus melakukan dial up untuk koneksi ke jaringan maupun melakukan disconnect untuk memutuskan hubungan dengan Internet.
Pada jenis hubungan ini diperlukan perangkat lain yang dinamakan routerRouter adalah jenis khusus dari komputer yang secara dasar mempunyai komponen yang sama dengan komputer, seperti CPU, memory, sistem BUS, dan berbagai perantara input atau output. Namun, router didesain untuk fungsi khusus yang tidak ada di dalam komputer, seperti menghubungkan dan menentukan jalur terbaik untuk pengiriman data dalam jaringan. Seperti juga komputer, router memerlukan sistem operasi untuk menjalankan program aplikasi. Router menggunakan Internetwork Operating System (IOS) untuk menjalankan file konfigurasi. File ini berisi instruksi dan parameter yang mengontrol alur lalu lintas data melalui router.




3.     Hubungan Wireless (Nirkabel atau Tanpa Kabel)


Hubungan wireless sama dengan hubungan leased line. Perbedaannya terletak pada media yang digunakan. Jika leased line menggunakan kabel telepon, maka wireless menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan dan menerima datanya.
Pada umumnya, frekuensi gelombang yang digunakan di Indonesia berada pada rentang 2,4 Ghz (2.400.000.000 Hz) dan 5,6 Ghz (5.600.000.000 Hz). Artinya, dalam setiap detiknya pemancar gelombang tersebut akan memancarkan 2.400.000.000 sampai 5.600.000.000 gelombang.
Alat pemancar dan penerima gelombang berfungsi untuk menerima gelombang data dari jaringan Internet, kemudian diteruskan ke komputer kita melalui router. Selain itu, alat pemancar ini juga berfungsi untuk memancarkan gelombang data dari komputer kita menuju jaringan Internet melalui router. Oleh karena itu, keberadaan alat pemancar ini sangat penting dalam sistem hubungan wireless. Tanpa alat pemancar ini, komputermu tidak dapat melakukan sambungan Internet dengan sistem hubungan wireless.

Hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan hubungan wireless adalah:
1.       Hubungan ini rentan terhadap cuaca sehingga perubahan cuaca di sekitarnya akan banyak berpengaruh terhadap lalu lintas data. Ketika cuaca cerah, lalu lintas data akan baik. Namun, jika cuaca hujan atau banyak petir, lalu lintas data akan sangat buruk.
2.       Pemakaian hubungan wireless sebaiknya digunakan jika hubungan melalui kabel sudah tidak memungkinkan. Jika masih dimungkinkan hubungan melalui kabel, hubungan tanpa kabel jangan dijadikan pilihan.
Di beberapa tempat belanja atau tempat wisata, telah ada sarana untuk akses Internet secara wireless yang biasa disebut hot spot. Konsumen yang membawa komputer (notebook) dengan fasilitas Internetnya dapat langsung akses Internet di sekitar tempat itu dalam radius sekitar 20 meter.
Kemajuan teknologi saat ini sudah memungkinkan sebuah perusahaan penyedia jasa komunikasi via telepon genggam dapat pula menyediakan jasa akses Internet dengan menyediakan kartu khusus (Internet card) yang dapat dihubungkan dengan komputer kita. Dengan begitu, kita dapat mengakses Internet langsung dari komputer kita selama jaringan telepon selular masih tersedia.
Beberapa jenis produk telepon genggam (handphone) sudah dilengkapi dengan fasilitas Internet sehingga kamu dapat mengakses Internet secara langsung dari HP.


4.     Hubungan VSAT


VSAT (Very Small Aperture Terminal) memungkinkan terjadinya komunikasi data melalui satelit. Data dari komputer di tempat A dikirim ke satelit melalui sebuah pemancar, kemudian satelit akan meneruskan data tersebut ke komputer di tempat B melalui sebuah pemancar penerima.
Jangkauan hubungan VSAT sangat luas karena gelombang dikirimkan terlebih dahulu ke satelit di ruang angkasa, kemudian dikirim lagi ke bumi. Hubungan VSAT cocok dipakai untuk komunikasi antarkepulauan, seperti di Indonesia. Untuk mencapai daerah-daerah terpencil yang memerlukan akses Internet, maka VSAT sangat memungkinkan. Namun hubungan seperti ini sangat mahal karena harus memiliki akses ke satelit. Oleh karena itu, biasanya hubungan seperti ini dipakai untuk kepentingan antarnegara atau untuk kepentingan komunikasi yang sangat rahasia.

Perangkat keras yang digunakan dalam hubungan VSAT adalah sebagai berikut.
·         Hub Station


   Hub station mengontrol seluruh operasi jaringan komunikasi. Pada Hub station terdapat sebuah server Network Management System (NMS) yang memberikan akses pada operator jaringan untuk memonitor dan mengontrol jaringan komunikasi melalui integrasi perangkat keras dan komponen- komponen perangkat lunak. Operator dapat memonitor, memodifikasi, dan mendownload informasi konfigurasi individual ke masing-masing VSAT.
·         Remote Station

Sebuah remote station VSAT memiliki komponen-komponen sebagai berikut.
·         Outdoor Unit
Outdor unit dari sebuah remote station VSAT terdiri dari:
·         Antena
Antena berfungsi untuk memancarkan dan menerima gelombang radio RF. Antena yang dipakai dalam komunikasi VSAT adalah sebuah solid dish antenna yang memiliki bentuk parabola.


·         RFT
RFT dipasang pada frame antena dan dihubungkan secara internal ke feedhorn. RFT terdiri dari LNA (Low Noise Amplifiers) yang berfungsi memberikan penguatan terhadap sinyal yang datang dari satelit melalui antena dengan noise yang cukup rendah dan bandwidth yang lebar (500 MHz), dan SSPA (Solid State Power Amplifier) yang berfungsi untuk memperkuat daya sehingga sinyal dapat dipancarkan pada jarak yang jauh.



·         Up/Down Converter
Perangkat ini dikemas dalam satu kemasan, tetapi memiliki dua fungsi yang berbeda, yaitu sebagai up converter dan sebagai down converterUp converter berfungsi untuk mengkonversi sinyal intermediate frequency (IF) atau sinyal frekuensi menengah (70 MHz) menjadi sinyal RF Up link (5,925 – 6,425 GHz). Sedangkan, down converter berfungsi untuk mengkonversi sinyal RF Down link (3,7 MHz – 4,2 MHz) menjadi sinyal Intermediate Frequency.


·         Indoor Unit
Yang merupakan indoor unit adalah modem VSAT, yaitu perangkat yang berfungsi sebagai modulator dan demodulator. Modulasi adalah proses penumpangan sinyal informasi kedalam sinyal IF. Sedangkan, demodulasi adalah proses memisahkan sinyal informasi digital dari sinyal IF dan meneruskannya ke perangkat teresterial yang ada.


·         Satelit Geostasioner


Satelit geostasioner merupakan segmen angkasa pendukung layanan VSAT. Orbit ideal untuk satelit komunikasi adalah geostasioner, atau yang relatif statis terhadap bumi. Satelit yang digunakan untuk komunikasi hampir selalu berada pada orbit geostasioner secara eksklusif, berlokasi sekitar 36.000 km diatas permukaan bumi. Satelit ini disebut satelit geostasioner, karena satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya.
ungsi utama satelit dikerjakan oleh transponder. Ada beberapa transponder atau repeater dalam badan satelit. Transponder ini memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
·         Penerima sinyal. Transponder menerima sinyal yang di uplink oleh VSAT atau Hub.
·         Translasi frekuensi. Frekuensi dari sinyal yang diterima ditranslasikan ke frekuensi yang berbeda, dikenal sebagai frekuensi downlink.

D. PENGATURAN KONEKSI KOMPUTER KE INTERNET

Agar dapat digunakan untuk mengakses Internet, komputermu harus dilengkapi dengan modem, baik modem internal, maupun modem eksternal. Selain itu, kamu juga harus melakukan pengaturan pada komputermu. Bagaimanakah cara membuat pengaturan agar komputer dapat menjalin koneksi dengan Internet? Ayo ikuti langkah-langkah berikut ini agar kamu dapat meningkatkan keterampilan teknis dalam membuat pengaturan koneksi komputer dengan Internet melalui dial up connection.
·         Dari tombol Start, pilih Control Panel.
·         Pilih Network Connection pada jendela Control Panel.


·         Pilih Create New Connection


·         Klik Next pada New Conection Wizard

·         Pilih Connect to the Internet untuk memilih jenis koneksi jaringan, kemudian klik Next


·         Pilih Set up my connection manually untuk membuat pengaturan koneksi secara manual, kemudian klik Next


·         Pilih Connect using a dial-up modem untuk memilih jenis koneksi dial-up, kemudian klik Next


·         Isi nama koneksi dengan nama mudah diingat. Misalnya, Dial Up Connection. Kemudia klik Next.

·         Isikan nomor telepon yang akan diakses, misalnya untuk Telkomnet Instan adalah 080909999. Kemudian klik Next.


·         Isikan User name: telkomnet@instant, Password: telkom, dan Confirm Password: telkom untuk membuat account. Kemudian klik Next.


·         Klik Finish untuk mengakhiri pengaturan



·         Untuk meyakinkan bahwa pengaturan telah berhasil, buka kembali jendela Control Panel, kemudian pilih Network Connection. Jika ada ikon Dial Up Connection, maka pengaturan telah berhasil.



1.       Sambungan Internet dengan Dial Up
Membuat sambungan internet dengan dial up:
·         Klik tombol Start
·         Pilih Connect To, kemudian pilih Dial Up Connection


·         Setelah muncul kotak dialog Connect Dial Up Connection, ketikkan Password yang sudah di setting pada pengaturan yaitu telkom.
·         Tekan tombol Dial



·         Saluran telepon akan membuat koneksi ke Internet dengan menghubungai nomor 080989999


·         Jika password yang dimasukan benar, maka komputer akan langsung terhubung ke Internet sehingga dapat digunakan untuk mengakses Internet.


·         Jika gagal terhubung dengan Internet, ulangi langkah-langkah tersebut sampai berhasil terhubung ke Internet.
itu Dia penjelasan tentang Perangkat dan Koneksi jaringan Internet. semoga bermanfaat. Bila ingin tahu lebih lengkap, silangkan download powerpoint yg sudah saya buat semenarik mungkin sehingga Insa allah kalian dapat memahaminya.